![]() |
foto lepas pemandangan jembatan senai, menuju komplek perkantoran terpadu pemkab ogan ilir, sumsel |
SOSMED merupakan media yang dapat membuat kita mendapat siksa
kubur/nikmat kubur. Sosmed pulalah yang yang menjadi wasilah/media untuk
memasukkan kita ke neraka atau ke surga, ia bagaikan pedang bermata dua.
Barangsiapa tak pandai mengambil manfaatnya pastilah ia akan terbunuh
karenanya. Maka dari itu, seorang muslim yang di zaman ini tidak pernah bisa
lepas dengan sosmed harus mengetahui adab-adab dalam menggunakan sosmed,
diantaranya :
Pertama: Mengingat
bahwa islam menuntut kita membagi waktu dengan proporsional. Tidak ada yang
melarang penggunaan sosmed, namun kita harus menjaga diri agar tidak terjerumus
terlalu dalam ke dalam kelalaian memanfaatkan waktu.
Dalam suatu riwayat
dikisahkan bahwa ada seorang sahabat, yang bernama Abu Darda’radhiyallahu ‘anhu
yang selalu berpuasa di siang hari, dan selalu qiyamul lail dari ba’da isya’
hingga menjelang subuh, kabar ini sampai pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa
sallam, maka Beliau menasihatinya,
“Sesungguhnya bagi dirimu,
keluargamu dan tubuhmu ada hak atasmu yang harus engkau penuhi, maka berikanlah
masing-masing pemilik hak itu haknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Itulah nasihat Rasul
shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Darda’radhiyallahu ‘anhu yang kerajinan
ibadah. Lalu bagaimanakah kiranya nasihat Beliau pada kita yang kerajinan
berinteraksi dengan gadget kita? Jika qiyamul lail seperti Abu Darda’ saja
tidak bisa melegitimasi penelantaran hak, maka apalagi dengan kesibukan
berinteraksi dengan gadget?
Dari Abu Barzah
Al-Aslami, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا
عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا
أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang
hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1)
umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya
bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di
manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih).
Wahai saudaraku, tak
mengapa kita mempunyai beberapa grup dalam suatu akun sosmed, asalkan kita
pastikan ada manfaatnya. Namun jika grup-grup tersebut hanya berisi komen-komen
tertawa, emoticon, dan jempol belaka, atau bahkan cenderung hal-hal haram lain,
maka delete segera grup tersebut. Masih ingatkah kita akan hadits, dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dia berkata: “Rasululah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ
الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
‘Di antara (tanda)
kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat
baginya’.” (Hadits hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).
Salah satu tanda Allah
berpaling dari kita adalah Allah biarkan kita sibuk mengurusi hal-hal yang
tidak bermanfaat untuk kita. Kita tidak diberi taufiq dan hidayah untuk
melakukan kebaikan. *****
Sumber : Materi Grup
WA "Bahir Community" Meluruskan Aqidah, Menghidupkan Sunnah Forum Muslimah
Hijrah