![]() |
Para presidium Forwata Sumsel. Foto Forwata. |
SEKTOR
pariwisata di negeri ini termasuk di Sumatera Selatan belum banyak terpublikasikan
melalui media masa, sementara dana yang diserap dari sector tersebut lumayan
besar karena dianggarkan setiap tahun melalui ABPD/APBN. Hal itu terungkap saat
beberapa wartawan anggota PWI Sumsel yang peduli perkembangan pariwisata
mengadakan pertemuan, di kantor PWI Sumsel, selasa (12-06) kemarin.
Menurut H Afdal Azmi Jambak sebagai motor pertemuan
tersebut yang dihadiri 11 wartawan anggota PWI Sumsel, selama ini publikasi
keparwisataan nyaris lepas dari pantauan pers sementara dana untuk pengembangan
sector itu setiap tahun dianggarkan baik di tingkat provinsi maupun ditingkat
kabupaten termasuk pusat. Namun, objek pariwisata belum juga ada yang menonjol
secara signifikan.
Setelah mendengar paparan panjang lebar dari penggagas
kegiatan ini, sebelas wartawan anggota PWI Sumsel sebagai presidium berembuk
sepakat membentuk kepengurusan dan menetapkan Forum Wartawan Pariwisata
disingkat Forwata sebagai wadah berhimpun, kegiatan ini merupakan tindak lanjut
Fhieldtrif HPN 2018 di Padang, Februari 2018 lalu, tegas H Afdal yang diamini
Suprapto Ramadhan.
![]() |
Foto lepas Objek Wisata Danau Ranau Sumsel. Dok/ap. |
Kepengurusan Presidum Forwata adalah Penasehat: Ketua PWI
Sumsel, Zainal Piliang (News Hunter). Ketua Presidium : Afdal Azmi Jambak (Transparan
Merdeka) ditunjuk secara aklamasi, Wakil Ketua : HM Syarifuddin Basrie (Agung
post), Sekretaris : Suprapto Ramadhan (Sinar Sumsel), Wakil Sekretaris: Wardoyo
(Buana Indonesia), Bandahara; Sihat Judin (Kabar Rakyat), Wakil Bendahara : Erni
Novianti (Sumatera Deadline). Bagian-bagian / divisi sebagai berikut; Promosi /
Event : Banu Sungkono (antrosumsel.com). Inforkom: M Asri (Suara Sumsel).
Hubungan Antar lembaga; Icuk M Sakir (Majalah Arung). Penelitian & Pengembangan; Kawar Dante
(news Hunter). Dekumentasi; Nasrullah Imarah ( Persada Ekspres).
Sebelum dan sesudah membentuk kepengurusan, Ketua
Terpilih, H Afdal Azmi Jambak selalu memaparkan dan mengatakan, tujuan dari
paguyuban (Forwata), akan menerapkan manajemen terbuka, transparan, kompromi,
dan dalam bekerja sama akan memberlakukan kata mitra, artinya tidak akan
meminta-meminta kepada objek tanpa konfensasi yang jelas dari Forwata dengan
ikatan MOU. Selain itu paguyuban ini nantinya, merupakan media untuk mengangkat
sector kepariwisataan dan promosi produk dengan memanfaatkan media massa/online
yang tegabung dalam Forwata sebagai alat publikasinya, tegas Afdal.
![]() |
Tanjung Senai Ogan Ilir. dok/ap. |
Sementara Wakil Ketua, HM Syarifuddin Basrie, meminta
kepada seluruh presidium dan anggota yang tergabung di Forwata, agar selalu
berpikir menghidupkan dan mengembangkan serta menjaga nama baik Forwata melalui
kegiatan yang legal. Dengan demikian seluruh anggota yang terhimpun bisa mengembangkan
kehidupan dengan penghasilan yang halal melalui kemakmuran Forwata.
Lain lagi dengan
Nasrullah menurutnya, sudah saatnya sector pariwisata kita perhatikan karena
selama ini entah terlupakan atau memang tidak mau tahu atau memang tidak tahu
atau karena media tidak dilibatkan dalam promosi pariwisata sehingga media
bagaikan terlena. Mudah-mudah dengan adanya Forwata sector pariwisata di Sumsel
khususnya dan Indonesia umumnya melalui jalinan ke mitraan yang jelas akan
saling menguntungkan dan sama-sama akan merasakan keberuntungan pula, dengan arti
objek pariwisata terpromosi, Forwata bisa berkesinambungan.
Diakhir rapat perdana Forwata itu, Icuk M Sakir juga
angkat bicara, kita jadikan Forwata sebagai organisasi hidup dengan kerja sama
tim kolektif kolodial sehingga nantinya akan menjadi contoh dan tempat study
banding pihak lain, ucapknya singkat. (hmsabar).