DALAM Upaya melestarikankebudayaan leluhur Kayuagung, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI)menggelar kegiatan karnaval budaya adat perkawinan yang disebut Midang.
Kegiatan ini diikuti oleh para bujang gadis dengan cara berpasangan-pasangan
mengenakan pakai adat bak pasangan pengantin. Prosesi ini berlangsung Jum’at
minggu pertama bulan Juni 2019 ini, setelah parade sekian ratus meter kegiatan
ini berakhir di Pendopoan Rumdin Bupati OKI. Acara ini sudah menjadi agenda tetap tahunan
Pemkab OKI, karena merupakan warisan budaya masyarakat Kayuagung dengan julukan
“Midang Bebuke Morge Siwe” dan kagiatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat
bukan saja dari kota kayuagung, tapi masyarakat diberbagai wilayah kabupaten
OKI. Kegiatan
midang ini dilaksanakan secara rutin selama dua hari, pada hari ketiga dan
keempat di hari raya Idul Fitri yang diikuti oleh sebelas kelurahan dalam Kota Kayuagungsemarak dan meriah. Pada hari raya Idulfitri1440 Hijriyah tahun ini
Midang Morge Siwe dilaksanak dua hari masing-masing pesertanya, hari pertama Kelurahan Sidakersa,
Jua-Jua, Tanjung Rancing, Kayuagung Asli dan Kelurahan Kota Raya. Sedangkan pada
esok harinya, diikuti Kelurahan Kedaton,
Cinta Raja, Mangun Jaya, Paku, Sukadana dan Kelurahan Perigi. Untu menambah semarkan parademidang ini para peserta beratraksi dengan arak-arakan pakaian adat perkawinan ‘Mabang Handak’ (adat
perkawinan Kayuagung -red) yang ramaikan pula oleh musik tradisional
tanjidor sebagai pembatas dari masing-masing kelurahan
yang menjadi peserta. Kelurahan pertama yang tiba di pendopoan rumah dinas Bupati OKI
yakni Kelurahan Tanjung Rancing yang merupakan kelurahan ke sebelas dan termuda
setelah Kelurahan Cinta Raja.Kemudian disusul oleh peserta midang dari Kelurahan Jua-jua,
Sidakersa, Mangun Jaya, Kayuagung Asli dan terakhir dari Kelurahan Kota Raya.Bupati OKI, H Iskandar
SE, diwakili oleh Sekda OKI, HHusin SPdMM, dalam
sambutannya menerangkan,guna kelestarian budaa midang ini Pemkab OKI sangat konsisten dan
akan
mendukung tradisi midang sebagai warisan
tradisi budaya leluhur yang sangat dihormati ini, tandas Sekda Husin. Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar)
Kabupaten OKI, IrĹIfna Nurleila, dalam laporannya menyampaikan, tradisi midang salah satu adat
budaya harus dipertahankan dan dilestarikan di Kabupaten OKI.
Maka itu Pemkab OKI menjadikannya sebagai agenda tetap tahun. Para pelakunya adalah
para muda-mudi dalam kelurahan yang ada dikecamatan kota Kayuagung.
Dahulu katanya, acara midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan
pernikahan, kemudian untuk melestarikannya dikembangkan menjadi agenda tahunan
pariwisata kPemkab OKI waktu yaitu pada setiap beberapa hari setelah lebaran, terangnya.Dan katanya menambahkan, midang ini sudah
menjadi event pariwisata nasional yang artinya bukan
hanya milik
Kabupaten OKI saja.Tapi, sudah menjadi salah
satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata dan pernah
juga ditampilkan di “Istana negara pada tahun 2007,
tegasnya.(kaj/ap/dek/ang/”ap-news”).