![]() |
Bupati Muaraenin, H Ahmad Yani Foto Bersama Juara Grand Final BGS Ta 2019. foto humpro/dok/"ap-news" |
SETIAP daerah
mempunyai adat istiadat berbeda dengan keunikan masing-masing. Keanekaragaman
inilah yang membuat kokohnya persatuan dan kesatuan antar daerah seluruh Indonesia
yang terangkum dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian Pidato
Bupati Muarenim, Ir H Ahmad Yani MM, saat membuka acara malam Grand Fital
Bujang Gadis Serasan, dan Lounching Film Anak Kopi, berlangsung di Ball Room
Hotel Grand Zuri, Muaraenim, Minggu, (30-06) belum lama ini.
Lebih lanjut Bupati
Muaraenim, H Ahmad Yani menyampaikan, demi kecintaan adat sitiadat muaraenim
maka kita semua mulai unsur yang ada di pemeritahan, organisasi-organisasi
masyarakat (OKP) Karang Tarunan serta seluruh lapisan masyarakat Muaraenim
harus ikut ambil bagian mengetahui dan memasyarakatkan untuk mempertahan seluk
beluk adat istiadat yang menjadi budaya masyarakat Serasan Sekundang Kabupaten
Muaraenim, tandas H A Yani serius.
Kalau kita
sudah secara bersama-sama mengetahui dan mempertahankan budaya Muaraenim daerah
kecintaan kita ini. Maka Insya’Allah warisan leluhur itu akan terjaga dan tidak
akan punah. Hal ini juga harus secara terus menerus diwariskan kepada garis
keturuanan kita secara berkelanjutan, tambahnya.
Dikesempatan
itu juga Bupati Muaraenim,
H Ahmad Yani mengatakan
Festival Bujang Gadis Serasan Kabupaten Muaraenim Tahun 2019 merupakan salah satu upaya dan harapan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berwawasan sehingga mencapai berkualitas maksimal dengan bekal kepekaan terhadap lingkungan tersebut maka para generasi muda Muaraenim dapat bersaing dengan generasi daerah lain diseluruh negeri ini. Ini yang harus dipikirkan untuk dicapai, harap H Ahmad Yani bersemangat.
Festival Bujang Gadis Serasan Kabupaten Muaraenim Tahun 2019 merupakan salah satu upaya dan harapan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berwawasan sehingga mencapai berkualitas maksimal dengan bekal kepekaan terhadap lingkungan tersebut maka para generasi muda Muaraenim dapat bersaing dengan generasi daerah lain diseluruh negeri ini. Ini yang harus dipikirkan untuk dicapai, harap H Ahmad Yani bersemangat.
Melalui
seleksi ketat akhirnya Dewan
Juri Bujang Gadis Serasan Muaraenim yang
terdiri dari Dinas Pariwisata, Runner-up
Putri Indonesia Sumsel, Fitri Amlika, Wakil Tim Penggarak PKK Muaraenim, Tokoh
Budaya serta Perwakilan Dispora Muaraenim. Memutuskan M Hirzi Hatyanto dan Febriya Eka Dewanty
perwakilan Kecamatan Lawang Kidul, terpilih sebagai Bujang Gadis Serasan
Kabupaten Muaraenim Tahun 2019. Kriteria penilaian Bujang Gadis Serasan Muaraenim oleh dewan juri meliputi, penilaian mengenai kebudayaan dan
pariwisata, pengetahuan umum, etika dan performa, bahasa inggris dan unjuk
bakat. (humpro/adv/ap/ang/”ap-news”).